Tak semua keindahan lahir dari alam murni. Tebing Breksi membuktikan bahwa tangan manusia bisa menyulap bekas luka menjadi karya. Dahulu lokasi penambangan batu, kini ia menjadi taman tebing yang dipahat dengan relief tokoh pewayangan.
Panggung di Atas Bukit
Di puncaknya, hamparan Yogyakarta terbentang luas. Saat senja, langit berubah jingga dan siluet Merapi tampak di kejauhan. Amphitheater terbuka di sini kerap menjadi lokasi pertunjukan dan acara budaya.
Tebing Breksi mengajarkan bahwa akhir dari satu cerita bisa menjadi awal cerita yang lain.
Dengan penataan yang terus berkembang, tempat ini menjadi favorit anak muda dan keluarga untuk berfoto, menikmati kopi, dan menyaksikan matahari tenggelam.
Datanglah sore hari, bawa jaket tipis, dan siapkan kamera untuk menangkap langit Sleman yang memerah.
Penulis Alam & Sejarah
Damar Prakoso
Menyukai candi, gunung, dan segala kisah masa lalu yang tersimpan di baliknya.
3 komentar
Ruang diskusi akan hadir di sini. Nantikan fitur komentar untuk berbagi ceritamu.