Di selatan Yogyakarta, tempat daratan menyerah pada samudra, terhampar Pantai Parangtritis. Ombaknya besar, anginnya kencang, dan langitnya luas — sebuah pertemuan antara keindahan dan misteri.
Antara Alam dan Mitos
Parangtritis lekat dengan legenda Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan. Warna hijau konon menjadi pantangan di sini, dan cerita-cerita itu masih dituturkan dengan penuh hormat.
Di Parangtritis, laut bukan sekadar pemandangan, melainkan tetangga yang dihormati.
Tak jauh dari bibir pantai, gumuk pasir atau sand dune membentang — fenomena langka di kawasan tropis. Tempat ini menjadi favorit para fotografer dan pencari matahari terbenam.
Menikmati Senja
- Naik andong atau ATV menyusuri garis pantai.
- Menyaksikan matahari tenggelam dari atas bukit Paralayang.
- Menikmati jagung bakar hangat saat angin malam mulai turun.
Parangtritis mengajarkan kita untuk diam sejenak, mendengarkan ombak, dan membiarkan pikiran ikut hanyut bersama buih yang datang dan pergi.
Penulis Komunitas
Nimas Larasati
Menulis tentang manusia dan kehidupan sehari-hari yang membuat Jogja terasa hangat.
6 komentar
Ruang diskusi akan hadir di sini. Nantikan fitur komentar untuk berbagi ceritamu.