Saat matahari terbit dan menyinari puncak-puncaknya, Candi Prambanan tampak seperti barisan doa yang menjulang ke langit. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini dibangun pada abad ke-9, dan hingga kini masih membuat siapa pun yang berdiri di bawahnya merasa kecil.
Legenda Roro Jonggrang
Prambanan tak bisa dilepaskan dari legenda Roro Jonggrang — kisah tentang seorang putri, seribu candi, dan cinta yang berakhir menjadi kutukan. Cerita ini diwariskan turun-temurun dan menambah lapisan magis pada setiap batunya.
Prambanan mengingatkan kita bahwa keindahan sejati selalu menuntut pengorbanan.
Tiga candi utama didedikasikan untuk Trimurti: Brahma sang pencipta, Wisnu sang pemelihara, dan Siwa sang pelebur. Relief-relief di dindingnya menceritakan epos Ramayana dengan detail yang menakjubkan.
Sendratari di Bawah Bintang
Pada malam-malam tertentu, panggung terbuka di dekat candi menghidupkan kembali kisah Ramayana lewat sendratari. Dengan latar candi yang disorot cahaya, pertunjukan ini menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Datanglah menjelang senja, biarkan warna langit berubah di balik menara candi, dan rasakan bagaimana masa lalu berbicara tanpa satu kata pun.
Penulis Alam & Sejarah
Damar Prakoso
Menyukai candi, gunung, dan segala kisah masa lalu yang tersimpan di baliknya.
4 komentar
Ruang diskusi akan hadir di sini. Nantikan fitur komentar untuk berbagi ceritamu.