Di Bantul, ada kuliner malam yang melegenda karena justru menolak kerumitan. Sate klathak hanya dibumbui garam, ditusuk dengan jeruji besi sepeda, lalu dibakar di atas bara. Namun sekali gigit, kamu akan paham mengapa antreannya tak pernah surut.
Rahasia di Balik Jeruji Besi
Tusuk besi menghantarkan panas hingga ke bagian dalam daging, membuatnya matang merata tanpa gosong. Daging kambing muda yang empuk pun tetap juicy dan lembut.
Sate klathak adalah bukti bahwa rasa terbaik sering lahir dari bahan yang paling sederhana.
Biasanya sate klathak disajikan dengan kuah gulai encer dan potongan tomat. Perpaduan gurih, hangat, dan sedikit rempah ini paling nikmat disantap saat malam mulai dingin.
Carilah warung sate klathak legendaris di kawasan Pleret, dan bersiaplah untuk kembali lagi.
Penikmat Kuliner
Bagus Santosa
Pemburu rasa yang setia menyusuri warung legendaris dan angkringan di seantero Jogja.
6 komentar
Ruang diskusi akan hadir di sini. Nantikan fitur komentar untuk berbagi ceritamu.