Suara 'joss' terdengar ketika bara arang panas dicelupkan ke dalam gelas kopi hitam. Dari situlah nama kopi joss berasal — minuman ikonik yang lahir dari angkringan di sekitar Stasiun Tugu.
Bukan Sekadar Gimmick
Arang membara konon menetralkan asam kopi dan memberi aroma khas yang sedikit smoky. Entah benar secara ilmiah atau tidak, yang pasti sensasi menikmatinya sulit dilupakan.
Di angkringan, kopi joss bukan hanya minuman — ia adalah alasan untuk duduk lebih lama dan bercerita.
Angkringan sendiri adalah institusi sosial. Di bawah lampu remang dan gerobak sederhana, semua kalangan duduk berbaur: mahasiswa, seniman, pekerja, hingga wisatawan.
Nikmati dengan Cara Jogja
- Pesan segelas kopi joss dan sepiring nasi kucing.
- Tambahkan sate usus atau gorengan hangat.
- Duduklah santai, dan biarkan malam berjalan pelan.
Kopi joss mengajarkan bahwa kehangatan sejati sering ditemukan di tempat yang paling sederhana.
Penulis Perjalanan
Raras Wibowo
Penulis lepas yang gemar menelusuri sudut-sudut Yogyakarta dan merawat ceritanya lewat tulisan.
9 komentar
Ruang diskusi akan hadir di sini. Nantikan fitur komentar untuk berbagi ceritamu.